Rabu, 20 Oktober 2010

Al-Al'ab Al-Lughowiyyah ( 1 )


     Permainan bahasa merupakan cara baru yang banyak digunakan dalam program-program pembelajaran bahasa. Manfaat dari permainan bahasa ini telah banyak dirasakan oleh guru-guru bahasa asing di berbagai negara. Kegiatan permainan yang dimaksud tentu bukan asal main-main sembarangan, melainkan bermain yang memungkinkan terjadinya proses belajar pada diri siswa.
    Istilah “permainan” dalam pembelajaran bahasa ini digunakan agar dapat memberikan sudut pandang yang berbeda dalam kegiatan-kegiatan di kelas, dan memberikan kesan kepada guru dan siswa tentang adanya cara belajar yang  menyenangkan dan senantiasa ditunggu-tungu untuk melatih dan mengembangkan kemampuan semua unsur-unsur kebahasaan.
    Nashif Musthafa Abdul Aziz menjelaskan bahwa proses pembelajaran hendaklah dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan. Permainan dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar para siswa, apalagi biasanya keinginan  untuk berlomba dan berkompetisi diantara para siswa sangat tinggi.
    Proses belajar memang tidak selalu membutuhkan permainan, dan permainan sendiri tidak selalu mempercepat pencapaian hasil belajar. Akan tetapi, permainan yang dimanfaatkan dengan tepat dapat menambah variasi, semangat dan minat pada sebagian program belajar. Seperti halnya teknik belajar, permainan bukanlah tujuan itu sendiri, melainkan sekedar sarana untuk mencapai tujuan, yaitu meningkatkan pembelajaran.
    Terkadang permainan bisa menarik, menyenangkan dan sangat memikat, akan tetapi tidak memberikan hasil yang berarti dalam pembelajaran. Dengan demikian, guru harus mampu memanfaatkan teknik permainan ini dengan strategi yang tepat sehingga efektif untuk mencapai tujuan belajar yang diharapkan.


      Berikut ini adalah beberapa contoh bentuk permainan yang dapat diterapkan untuk menunjang pengembangan kemahiran berbahasa. Kemahiran berbahasa yang dimaksud adalah kemahiran berbahasa yang telah lazim diketahui, yaitu pengembangan kemahiran menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Didalam pelaksanaannya di kelas, guru perlu mempertimbangkan jumlah siswa dalam kelas, usia siswa, tingkat kemampuan, topik pembelajaran, perhatian siswa, ketersediaan waktu, ketersediaan peralatan, serta kegaduhan yang mungkin ditimbulkan selama permainan berlangsung.


مَا هذا و مَا ذلك؟

Prosedur:
•    Guru menyiapkan beberapa kalimat deskriptif tentang beberapa objek yang harus ditebak oleh siswa. Objek tersebut dapat berupa binatang, tanaman, makanan, nama negara, furniture, ruangan, dan sebagainya. Deskripsi kalimat terdiri atas 4 kalimat, mulai dari yang umum hingga yang lebih spesifik.
•    Guru membagi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diminta untuk menyebutkan objek yang dimaksud secepat mungkin.
•    Kelompok yang berhasil menebak diberi skor. Skor 4 untuk kalimat pertama, skor 3 untuk kalimat kedua, skor 2 untuk kalimat ketiga, dan skor 1 untuk kalimat keempat. Kelompok yang berhasil mengumpulkan skor terbanyak adalah pemenangnya.

Contoh :
  • هذَا مَكَانٌ
  • هُنَاك نتب كثيرة
  • الطالب ذهب إلى هناك
  • الطالب يقرأ ويدرس فيها
          (الجواب: المكتبة )

  •  هو رجل
  • لَهُ مِهْنَة كريمة
  •  هو يعمل في المستشفى
  • هو يعالج المرضى
          (الجواب: طبيب)

----------

...... to be continued

1 komentar:

  1. Syukran atas postingannya, Mba.
    saya juga ngajar bahasa Arab di ma'had. Semoga bisa share jenis2 lu'bah lainnya :)

    BalasHapus